Beranda Tutorial Tutorial Agisoft Tutorial Agisoft – Cara mengolah data drone

Tutorial Agisoft – Cara mengolah data drone

0
56

Tutorial Agisoft kali ini akan membahas bagaimana menghasilkan citra dari data penerbangan drone.

Video tutorial ini berisi langkah – langkah lengkap mengenai bagaimana mengolah data drone.

Mulai dari import photo hasil drone, sampai dengan export data TIFF.

Pada artikel sebelumnya, saya pernah membagikan beberapa tutorial seperti dibawah ini :

  1. Rekonstruksi 3D Model Menggunakan Agisoft Photoscan
  2. Download tutorial mosaic data drone menggunakan agisoft

Kali ini, kita akan dipandu menggunakan video.

Agisoft Photoscan adalah sebuah software yang berguna untuk mengolah foto udara yang direkam menggunakan drone.

Dari data drone tersebut, dapat dihasilkan orthofoto, titik tinggi (elevation point clouds) dan DEM resolusi tinggi serta dapat ditampilkan secara 3D.

A. langkah – langkah pengolahan photo

Adapun langkah – langkah pada video Tutorial Agisoft ini adalah sebagai berikut

  1. Import Foto dan Rekonstruksi Jalur Terbang
  2. Align Foto
  3. Pembangunan Titik Tinggi (Dense Point Clouds)
  4. Pembanguan Model 3D (Mesh)
  5. Pembangunan Model Texture
  6. Pembangunan DEM
  7. Pembangunan Orthofoto

A.1. Align Photo

Align foto digunakan untuk identifikasi titik – titik yang ada di gambar. Proses ini akan membuat matching point dari 2 atau lebih foto. Proses ini menghasilkan 3D model awal dan sparse point clouds yang akan digunakan untuk tahapan berikutnya.

Accuracy = Memilih tinggkat akurasi kecocolan titik dalam proses macthing point
Low : Akurasi lemah, proses cepat
Medium : akurasi sedang proses sedang
High : Akurasi bagus, Proses lambat
Pair Selection = tipe kecocokan point yang dipilih
Generic : untuk foto yang sudah built in geotagged (DJI dll sudah ada GPS di kamera)
Ground Control : untuk foto dengan geo tangged manual

A.2. Build Dense Clouds

Dense Clouds adalah kumpulan titik tinggi dalam jumlah ribuan hingga jutaan titik. Dense Clouds nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan Digital Surface Model, Digital terrain Model dan Orthophoto.

Depth Filtering adalah tindakan yang kita gunakan untuk titik tinggi yang dianggap sebagai noise (outliers). Biasanya noise ini dikenal karena anomali, jauh tinggi dari titik lain disekitarnya.

Mild = Digunakan untuk 3D model yang banyak detail dan Kompleks
Aggressive = untuk model 3D yang lebih sederhana

A.3. Build Mesh

Mesh atau 3D adalah modal untuk membuat DEM, baik DSM, DTM maupun orthophoto, Mesh juga bsia di export kedalam software lain seperti sketchup, AutoCAD atau ArcGIS.

A.3.1. Type untuk memilih model yang di proses

  1. Arbitary untuk patung, bangunan
  2. Height field untuk objek permukaan bumi seperti medan /terrain dll

A.3.2. Source memilih sumber 3D

  1. Sparse Cloud : jarang
  2. Danse Clouds : Padat

A.3.3. Interpolation

  1. Interpolated digunakan untuk menginterpolasi beberapa gap yang terdapat diatara foto yang tidak terproses.
  2. Extrapolated tidak digunakkan dalam orthophoto

A.4. Build Texture

Texture adalah model fisik 3D dari tampakan yang ada di area yang di cover oleh foto udara. Model Texture inilah yang akan ditampilkan dalam software seperti arcgis, skectfab dan lain-lain.

B. Tutorial Agisoft lainnya

Setelah melakukan export DEM dan Orthophoto, maka ada beberapa trik lagi yang bisa dipelajari.

Salah satunya adalah membuat DTM.

Data yang dihasilkan melalui pengolahan diatas adalah data DSM.

DSM adalah singkatan dari Digital Surface Model. Model ini menghitung ketinggian permukaan. Sementara pekerjaan lebih detail biasanya membutuhkan data DTM.

DTM adalah singkatan dari Digitas Terrain Model. DTM inilah data dasar dari kontur. Dimana yang dihitung adalah tinggi permukaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.